Monthly Archives: June 2008

a standing applause, please..

TAKE A BOW – RIHANNA

 

“but you put on quite a show, really had me going

But now it’s time to go, curtains finally closing

That was quite a show, really entartaining

But it’s over now, go on and take a bow”

 

Waktu dengerin lagu ini, gw jadi inget sama lagunya nike ardilla yang “dunia ini panggung sandiwara”. Seems like we’re all here pretending to be someone, either the ‘trully us’ or ‘fake ones’.

 

 

Lately, ini yang gw rasakan. Somehow, belakangan ini, gw berakting dalam hidup. Bukan berbohong ya, I take it as two different things. Boong itu kalo ngomong A, tp nyatanya B. Sedangkan kalo akting, menurut gw lebih ke niat utk mencapai B, walau masi ada di stage A. Atau menciptakan denial yang ngebantu gw bikin proper atmosphere buat keputusan yang gw buat.

 

 

Sometimes, we just do it automatically. Creating boundaries, making reasons, excuses. All for our own good, we think. Dan bener sih, emang pada akhirnya, most of the results are went just like we want it-well, kalo pake istilah buku: all risks are counted well, hahaha-. Tapi pada satu titik (just like the one I’m having right now), kita bakal menyadari itu semua. Tingkat parah ngganya tentu aja tergantung efeknya ke lingkungan dan orang-orang; walau pasti kita kadang-kadang bingung sama diri sendiri. Hm, mungkin ini yang namanya ‘krisis kepribadian’.

 

 

Bukan berarti semua orang itu palsu. Dalam beberapa waktu dan kesempatan, semua akting kita toh juga akan luntur. At the end, orang-orang yang beruntung dan pintar, akan punya prinsip untuk kemudian dipertahankan. Sedangkan sisanya cuma bisa mencari akting baru untuk ditunjukkan.

 

“and I  put on quite a show, really had them going

But now it’s time to go, curtains finally closing

That was quite a show, really entartaining

But it’s over now, I go and take a bow

How about a round of applause?

A standing ovation?”

 

 

 

 

 

5 Comments

Filed under crossed LYRICS

debate style

Pagi ini-well, ga  pagi banget kali ya, sekitar jem 10 gitu-, gw buka facebook. di facebook, gw punya baby virtual. Yup, a baby. Jadi ada aplikasi dimana kita bisa bikin baby gitu. Nah, anak gw ada 2; masing2 namanya sherane love dan josfluei lovely. Sherane love adalah anak gw bersama (yup, bersama) Taufik, temen gw di SMA dulu. Hoho. (tambahan, kalo josfluei itu anak gw sendiri, hehe)

Oke, enough about the intro. Anyway, setelah ngurusin anak2 gw yg super oke dan lucu itu, gw mengunjungi account si bapak. Taufik itu temen klub debat gw wkt SMA, lumayan deket lah; dan sampe skrg kita masi contact2an, via friendster, dan yang paling baru tentu saja lewat anak kami berdua (kok gw agak jijay ya? Hahaha): sherane.

Di facebook account nya, gw nemu aplikasi lucu, judulnya “which debater are you?” ; gw langsung inget the old times (ciee, sok old times) dan nyoba 5 pertanyaan sbg “ujian” buat tau soal which debater am i?

And the result is: “Politician”. Dan ada comment di bawahnya yang bunyinya kurang lebih sbg berikut: “you are good at lying and know how to act in front of the judges as if you know the whole situation-you know what you are talking about”. Artikel kecil ini, somehow, berhasil ngebawa gw ke pengalaman debat gw bbrp tahun yang lalu wkt di SMA.

Gw bukan tipikal debater yang banyak persiapan, juga ga jago. Dan itulah knp gw ikut debat: supaya gw lancar ngomong bhs inggris dan bisa lebih aware sama situasi dunia dan logika sosial dasar-sesuatu yg sulit didapat di kelas dan sekolah gw secara keseluruhan yang lebih banyak konsentrasi pada sains. Jangan salah tangkap, gw sebenernya suka IPA kok, jurusan dan prestasi gw cukup membuktikan itu (ah, jadi malu, hahaha)-bahwa gw minat IPA. Tapi, somehow, gw juga penasaran sama sosial, makanya gw pengen belajar lewat debat. Dan di situ, gw emang belajar banyak. Ada situasi di luar sana yang mesti kita bela dengan alasan logis, yang harus bisa ditangkis oleh orang lain dgn sama logisnya-dengan kata lain: didebat. Di situ juga gw mulai mengenal cara pikir yang ga melihat agama sebagai solusi; dan (bukan kok, gw bukan org skeptis soal agama) banyak belajar dari situ.

Ada satu lomba soal “politician style” yang gw inget. Jadi waktu itu kita dapet topik debat soal WTO. Sialnya, wkt itu gw emang sama sekali ga research soal WTO. Alhasil, sebagai pemula di dalam dunia debat yang kejam dan penuh sindiran personal ini, gw dan team bener2 down. Gimana ngga, yang kita tau soal topik ini cuma kalo WTO itu stands for World Trade Organization. Gw mencoba menelepon Taufik (wkt itu kita ga se team) dan dy juga ga ngerti. Pokoknya wkt itu kita udah down dan pusing banget.

Luckily, kita masi punya strategi akhir. Posisi kita waktu itu adalah negative team atau opposition team. (Buat yang belum tau soal debat, ada 2 team yang bertanding: government dan opposition. Tiap team terdiri dari 3 orang, dimana tiap speaker akan maju bergantian. Government lebih dahulu, lalu opposition, begitu seterusnya. Government team akan memberikan argumen positif atau mendukung statement/case yang diperdebatkan; juga bertugas memberikan definisi permasalahan dan parameter yang dipakai dalam topik. Sementara opposition team bertugas sebaliknya). Dengan keyakinan penuh, kita cuman berharap, mudah-mudahan government team nya cukup memberikan definisi dan kita baru akan bikin argumen dan perlawanan on the spot. Gila dan beresiko memang, tp cuma itulah kesempatan yang ada.

Lalu, kita ber 3 masuk ruangan dan menjalankan strategi. First speaketr dari government maju dan gw nyatet semua hal yg dia bilang. Abis itu kita langsung bikin argumen yang ngelawan statement mrk. Begitu terus sampe speaker ke 3. pokoknya ga ada argumen baru.

Yang perlu diinget soal debat, ga masalah soal bener atau salah. Misalnya kasus gay marriage. Bukan masalah itu bermoral atau ngga dalam hal agama misalnya, tp team mana yang bisa meyakinkan juri soal positif dan negatifnya-itulah pentingnya research dan intonasi. Dan lucunya, si juri percaya dgn team kita dan kita menang! Hahaha! Menurut si juri (gw lupa namanya, hehe), team negative cukup meyakinkan, berbeda dengan government.

Lucu!! Waktu itu, gw sama temen2 bener2 ga nyangka dan Cuma bisa ketawa ngakak. Meyakinkan! Wow, kita bener2 big fat liar. Hahaha. Padahal kita bener2 ga ada research dan persiapan. Tp kita menang! Hahaha!

Setelah kita ngobrol, kita nyadar, mgkn emg jurinya aja yg amatiran, jd ketipu. Hahaha. Apapun itu, tetep aja, ada bbrp hal yang bisa kita kendaliin pake omongan. So, becareful with ur saying. Put some acts if necessary, dan pastiin itu utk sesuatu yang oke. Hahaha.

Great day!

Leave a comment

Filed under crossed the HEART, Uncategorized

keep bleeding love

Liriknya adalah sebagai berikut:

Closed off from love

I didn’t need the pain

Once or twice was enough

And it was all in vain

Time starts to pass

Before you know it you’re frozen

But something happened

For the very first time with you

My heart melts into the ground

Found something true

And everyone’s looking round

Thinking I’m going crazy

(*) But I don’t care what they say

I’m in love with you

They try to pull me away

But they don’t know the truth

My heart’s crippled by the vein

That I keep on closing

You cut me open and I

(**) Keep bleeding

Keep, keep bleeding love

I keep bleeding

I keep, keep bleeding love

Keep bleeding

Keep, keep bleeding love

You cut me open

Trying hard not to hear

But they talk so loud

Their piercing sounds fill my ears

Try to fill me with doubt

Yet I know that the goal

Is to keep me from falling

But nothing’s greater

Than the rush that comes with your embrace

And in this world of loneliness

I see your face

Yet everyone around me

Thinks that I’m going crazy, maybe, maybe

(*)

(**)

And it’s draining all of me

Oh they find it hard to believe

I’ll be wearing these scars

For everyone to see

(*)

(**)

Keep bleeding

Keep, keep bleeding love

I keep bleeding

I keep, keep bleeding love

Keep bleeding

Keep, keep bleeding love

You cut me open and I

Keep bleeding

Keep, keep bleeding love

(pengennya si lagunya bisa diupload juga, tp sehub dgn ke-tdktahu-an gw akan wordpress ability, ntar deh gw cek lagi)

Anyway, kalo diliat dari kata2nya, ini cukup ‘cewek’ lho. Let’s see, keep bleeding love, atau kalo diterjemahkan secara harfiah-asli-banget (apa sih?) terus berdarahkan cinta. Kalo liat vclip nya si Leona Lewis (mbak yang menyanyikan lagu ini, yg denger2 si seorang member/ minimal pernah ikutan Idol-entah benua mana, yg jelas bukan Indonesian, hohoho), di situ diliatin kalo pacar si Leona selingkuh. Well, unpleasant surprise, but ungkapan dia soal keep bleeding love cukup menggambarkan bahwa kadang-kadang emosi itu emang ga bisa diatur dan disinkronkan dengan pikiran a.k.a otak a.k.a logika a.k.a sense. Di vclip dia, digambarin kalo walaupun si pacarnya berkhianat, dia masi bisa sayang. Wow, oke, mgkn semua orang akan bilang : “no way, gila, ga bakal ada sejarahnya gw kayak gitu..”

Well, think again.

Ditelaah dari liriknya, we will have a quite different point of view. Boys, I don’t really forbid you to read this, but I actually focus this thing on girls. Coba deh dibaca dari awal, pain (kesakitan) dan vain (kesia-siaan) adalah 2 hal yang gampang banget kita interpret dari love, right? Tiap kali kita jatuh cinta, we can say, pain dan vain are two things that we will have, even when we are having happy ending story. Tapi tiap kali merasa ketemu si Mr. Right, somehow, it just change the whole situation-all of a sudden! That’s what happen with this girl in the story. Dia udah capek banget jatuh cinta, dan fully understand kalo semua yang namanyacinta itu cuma something ordinary yang malah bisa bikin rugi doang.

“But something happen for the very first time with him”, she said to her self. Dan ketika akhirnya si cewek kembali fall for another love, kita bisa tau dari reff nya kalo dy malah terluka, tp anehnya dia tetep full with love.

Dan here comes the second boundary: friends. hoho, beberapa temen cowok juga mengaku, penghalang yang cukup besar dari proses pdkt ke cewek adalah “the girlfriends”. Sebagai cewek, gw mesti mengakui itu bener. Cewek itu cukup (kalo ga mau dibilang ‘sangat’) dipengaruhi oleh lingkungannya soal cinta. Di sini lah masalahnya: temen-temen (as usual) punya sense yang cukup berbeda dan mulai memberikan saran2, just like a friend should do. Their piercing sounds fill her ears and fill her with doubts, dan si cewek keep on moving. Keep on moving dengan segala kebahagiaan yang dia dapet dari ‘cinta’ nya yang baru. Keep bleeding her love

Sampai bridge, si cewek tetep membela pendirian dan cinta nya.

Keep bleeding love..

Poor her? Think again.

Judulnya yang menggabungkan ‘bleeding’ dan ‘love’ ini cukup menarik hati gw. Sometimes, we are just stuck, caught in the middle of everyday choice, termasuk soal cinta-dan juga soal yang lain. Buat gw, lagu ini menggambarkan betapa kita menderita buat tiap keputusan yang kita buat, tp juga bahagia, termasuk soal cinta.

Lucu memang, menderita, tp bahagia.

Terluka, tp mendarahkan cinta. Do you?

You cut me open and i

Keep bleeding love

Leave a comment

Filed under crossed LYRICS